Selasa, 30 Oktober 2012

Kasih Karunia


Kebaktian DNA preach oleh Joshua Janisaputro Mulyono
1 Petrus 2 : 19-20

Kalau kita berbuat baik lalu malah dihukum Tuhan, itu namanya kasih Karunia. Sebagai anak Tuhan hendaknya kita tidak mempunyai mental yang “saya berbuat baik maka saya HARUS MENERIMA yang baik dari Tuhan”. Tuhan mau membentuk kita menjadi anakNya yang dewasa, oleh karena itu kita juga diberikan proses meskipun kita sudah berbuat sebaik apapun, karena proses tersebut demi kebaikan kita sendiri.

Kenapa Tuhan jarang secara instan memberikan mujizat apabila diminta? Karena memberikan hal baik kepada kita secara instan akan membuat mental kita rusak dan ‘gampangan’ oleh karena itu Tuhan ingin menolong kita menggapai apa yang kita inginkan secara bertahap.
Jangan pernah kabur dari proses, apabila merasa keberatan menghadapinya, mintalah hikmat.

Senin, 29 Oktober 2012

DNA to next level part 2


DNA goes to the next level – Anyer oleh kak Wandy
Berhargakah kamu di mata Tuhan?

Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa kita adalah biji Mata-Nya (biji mata adalah organ sensitif yang penting di tubuh, sangat dilindungi). Selain itu, kita diciptakan Tuhan secara personal (ibaratnya ‘handmade’ bukannya mass production) – oleh karena itu kita masing-masing unik. Apabila kita memang tidak berharga, Tuhan tidak akan ‘capek-capek’ mengerjakan kita satu-satu (engkau MENENUN aku dalam kandungan ibuku – tenunan harus dilakukan dengan hati-hati dan lama prosesnya)

Mazmur 139 berkata bahwa Tuhan tidak pernah memberikan yang baik untuk kita namun hanya yang terbaik. Hidup kita sesungguhnya luar biasa, sayangnya kita sering salah memberikan respon pada proses.
Mengingat kita sudah ditebus Tuhan Yesus dengan harga yang tiada bandingnya, sekarang keputusan kita : mau kamu hargai berapa hidupmu sendiri? Apabila kamu percaya value hidup kamu sangat besar secara kamu menghargai penebusan Yesus, hendaknya kamu melakukan apa yang terbaik dihidupmu supaya nilainya bertambah. Yang menentukan nilai hidup kita adalah : cara merespon, gaya hidup, dan perilaku.

Contoh : seorang yang hidup mewah akan dianggap miskin apabila ia bergaya layaknya pengemis di hadapan orang, mengenakan pakaian lusuh, berpenampilan kotor, dsb.

Untuk DNA, kita punya 3 value yang harus diperhatikan :
1. Submission
Bicara mengenai penundukan diri dan ketaatan. Tuhan sendiri sudah mencontohkan hal ini dengan cara mengosongkan diriNya menjadi manusia.
Rumus baku yang berlaku : Apabila kamu mau memuridkan harus mau dimuridkan, demikian pula apabila mau memimpin harus mau dipimpin

2. Leadership
Kita harus percaya Tuhan memeprsiapakan kita untuk menjadi pemimpin. Untuk menjadi ‘lebih diatas’ kita harus berani membayar harga lebih untuk Tuhan.

3. Fruitful (menghasilkan buah)
Semua orang Kristen rumusnya harus berbuah, caranya hanya satu yang harus dituruti yaitu seperti yang tertulis di Yohanes 15 : 5
Kalau kita tidak berbuah kita akan ditebang (perumpamaan pohon Ara dari Lukas 13:6-9)

DNA to Next Level part 1


DNA goes to the next level – Anyer oleh kak Dieter

Ayat utama Matius 5 : 13

Tuhan tidak membela orang yang sudah dibuang dan diinjak -> karena yang dibuang pasti sudah tidak ada nilainya lagi/tidak berguna.

Tuhan memperingatkan : “Kalau keberadaan kamu tidak berguna di dunia, maka kamu layak dibuang” (ingat perumpamaan tentang pohon Ara yang tidak menghasilkan buah)

Untuk bisa reliable (bisa diandalkan, dibutuhkan orang), kita harus belajar tentang prioritas, karena kalau tidak kita akan kehilangan arah dan tidak bisa mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh.
Semua yang kita miliki dipinjamkan Tuhan (‘DIPERCAYAKAN’) untuk dipergunakan dengan baik, berarti suatu hari nanti harus dipertanggungjawabkan kepada pemilik aslinya. Nah, hal terbesar yang dipercayaka pada kita adalah WAKTU

Seringkali kita bingung tentang hal apa saja yang boleh atau tidak boleh kita lakukan (berkaitan dengan prioritas dan penggunaan ‘pinjaman’ kita dengan baik). Jawabannya ada di 1 Korintus 10 : 23.
Masalahnya bukan terletak pada benar atau salah, melainkan berguna atau tidak berguna.(dalam kaitannya dengan membangun hidup), dengan demikian hendaknya kita punya pedoman yang lebih baik dalam menyusun prioritas kita.

Tugas Kita (sekaligus bukti bahwa 2012 tidak akan kiamat)


Ibadah Pengerja Rayon 1B

Tugas Kita (sekaligus bukti bahwa 2012 tidak akan kiamat)

7 Perkara utama Yesus : Kelahiran, Pelayanan, Demonstrasi Kuasa, Penderitaan, Kematian, Kebangkitan-Kenaikan. Hal yang terakhir belum beres à kedatanganNya yang kedua.

Di Matius 24:3-14, ayat 1-13 sudah digenapi, namun yang ke 14 adalah urusan (tanggung jawab) kita.

Di Wahyu 5 dikatakan bahwa tiap suku hendaklah memiliki satu perwakilan yang percaya pada Tuhan, oleh karena itu sampai sekarang Tuhan tidak datang-datang karena apabila datang sekarang, masih banyak suku yang belum terjangkau dan tidak punya kesempatan untuk mengenal Tuhan. Itu adalah tanggung jawab kita untuk mencari ‘perwakilan’ tersebut.

Senin, 22 Oktober 2012

Menjadi Dewasa


Kebaktian DNA, 20 Oktober 2012 oleh Kak Sammy

Sebagai generasi muda yang berdiri dalam Tuhan kita harus memberi dampak pada dunia ini, strateginya adalah dengan bekerja cepat. Namun untuk bisa bekerja dengan cepat DAN BENAR, kita harus menjadi anak Tuhan yang dewasa dahulu. Pada kesempatan kali ini akan diajarkan 4 hal yang harus diperhatikan untuk tumbuh dewasa.

1. Perhatikan respon terhadap didikan. Melihat Amsal 1 : 7, segala pengetahuan yang kita dapat harus dimulai dari Tuhan. Tentu kita sebagai  percaya bahwa Allah sumber kerahiman dan maha pencipta, sehingga pengetahuan yang menentang otoritas TUhan hendaknya kita anggap salah.

2. Memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Di Yesaya 55 : 2-3 kita diberikan menu sehat untuk perkembangan rohani kita. Sama seperti jasmani, rohani kitapun memerlukan asupan nutrisi yang tepat dan cukup untuk bertumbuh. Satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa pertumbuhan memang tidak selalu kelihatan atau bisa dikuru, tapi akan ada satu poin tertentu dalam kehidupan kita saat kita menengok ke belakang dan sadar bahwa diri kita sekarang berbeda dengan yang dulu. Makanan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan KEKUATAN (untuk secara aktif memerangi godaan). Selain itu, dalam memilih makanan tentunya kita mau yang fresh. Dan makanan rohani yg fresh datangnya hanya dari Tuhan.

3. Perhatikan rutinitas . Merujuk pada Hosea 8:7, yang bisa disamakan dengan pepatah “apa yang kamu tabur, apa yang kamu tuai”. Berhati-hatilah dengan apa yang kamu kerjakan secara rutin sehari-hari karena bisa mempengaruhi cara pikir kamu. Cara menghargai kasih karunia adalah dengan cara hidup didalamnya secara sungguh-sungguh. Segala sesuatu yang berhubugnan dengan KEKUATAN, dimulai dari repetisi. Semua atlit yang kuat berlatih secara rutin dan BERTAHAP dalam latihannya, bukannya hanya latihan setiap akhir pekan namun dengan beban besar, namun dibagi-bagi jadwalnya sesuai dengan kemampuan yang bisa dilakukan. Dalam merenungkan firman Tuhan kita juga harus demikian. Saat teduh rutin setiap hari tidak perlu berlama-lama, tapi jangan menumpukkan jadwal sate di akhir minggu dengan membaca  1 bagian besar dari Alkitab.

4. Ruang kita bertumbuh. Besarnya pohon yang ditanam juga tergantung seberapa besar media/tempat yang kamu gunakan untuk menanam pohon tersebut. Ingat pada 1 Korintus 15 : 33, pilihlah mana tempat bertumbuhmu yang dapat mendukung kamu. Komunitas yang baik antara lain mendukung perkembangan (baik sekuler maupun rohani) dari anggotanya, siap memberi perhatian dalam kesulitan anggotanya, dan tentunya standing in God.

Anjing Hidup diatas Singa Mati


Kebaktian DNA, 13 Oktober 2012 oleh kak Tommy

Bicara tentang pengharapan, kita berpegang pada Pengkotbah 9:4 yang berbicara bahwa ciri-ciri orang hidup adalah mempunyai pengharapan (bukannya bernafas atau bergerak). Ayat ini juga membandingkan bahwa anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati. Perumpaan ini menggambarkan anjing (hewan yang  jaman dahulu dianggap penakut , namun hidup ‘dalam arti punya pengharapan’) itu lebih baik daripada singa (yang dianggap berkuasa dengan otoritas, gagah namun mati ‘dalam arti tidak punya pengharapan’) .

Kita tidak boleh menjadi dead man walking (zombie) versi Kristen, yang ibaratnya beragama Kristen tapi tidak mempunyai pengharapan (baik terhadap diri sendiri, keluarga, dan bangsa kita)

Kenapa manusia bisa hilang pengharapan? Jawabannya lengkap di Yohanes 5 : 1 – 9

Kalau kita pikirkan pakai logika, pertanyaan Yesus kedengaran bodoh. Sudah jelas semua orang yang berkumpul disitu ingin sembuh, tapi Yesus malah bertanya “Apakah kamu mau sembuh?” tentu saja kalau di dunia meme ini sudah dikategorikan “YOU DON’T SAY?”. Tapi jawaban dari si sakit lebih ngawur lagi ! Dia malah jawab “Tuhan, gue gabisa masuk ke kolam selalu keduluan” (bahasa gahulnya)

Tapi justru disini kita bisa belajar dari motif tersembunyi Tuhan ! Masalah terbesar orang sakit ini adalah kehilangan pengharapan. Motivasi awal dirinya adalah keinginan untuk sembuh, tapi karena gagal selama 38 tahun untuk masuk ke kolam tersebut, visinya mulai buyar dan malah ingin ‘MASUK KOLAM’ – bukannya sembuh. Yesus bertanya seperti itu untuk mengembalikan orang sakit tersebut ke visi sebenarnya – kesembuhan.

Kembali pada pertanyaan diatas, 3 hal yang menyebabkan manusia hilang pengharapan adalah :

1. Trauma akibat kegagalan. Cara pawang gajah menjinakkan gajah adalah dengan cara mengikat kakinya dengan rantai semenjak gajah masih bayi. Ketika gajah tersebut dewasa, ia tidak berani mencoba untuk mengangkat kakinya ketika diikat, padahal jika ia mencoba pasti ia bisa lepas. Ini akibat kondisi mentalnya yang sudah berpikir bahwa ia tidak sanggup.
Pikiran seperti ini yang harus kita buang jauh-jauh. Kalau kita gagal di hari lalu, belum tentu kita gagal lagi sekarang karena kita punya kekuatan baru dalam Kristus. Trauma sangat berbahaya baik dalam pertumbuhan duniawi dan rohani.

2. Tidak memiliki komunitas/teman. Di ayat tersebut si orang sakit berkata “tidak ada yang menurunkanku” ia duduk berusaha sendirian tanpa ada yang membantu. Andai saja ia punya teman-teman yang membantunya, mungkin saja ia sudah sembuh karena dibantu. Kitapun harus memiliki komunitas dalam bertumbuh. Tujuannya, apabila kita mulai ‘sakit’ – dalam arti ada masalah, kita punya orang-orang yang siap mendoakan kita dan memberi pemecahan masalah pada kita.
Ini sangat berguna apabila kita harus mengambil keputusan mendesak dalam ‘masa gelap’ (mood jelek, banyak masalah, dalam amarah) sebab apabila mengambil keputusan sendiri dalam masa gelap tentu keputusannya PASTI SALAH. Namun komunitas dapat memberikan kita pemecahan masalah sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dalam masa gelap sekalipun. Namun demikian, keputusan tetap paling baik diambil saat masa terang (kondisi senang, tidak ada amarah, tidak banyak pikiran)

3. Dia tidak mengenal karakter Allah. Ia tahu ada Allah (bahkan menyebut Yesus Tuhan) tapi tidak mengenal sifatnya. Kitapun seringkali salah persepsi terhadap sifat Tuhan. Yang paling sering terjadi adalah :
                - Menganggap bahwa Tuhan baik namun tidak mahakuasa (tidak sanggup menyembuhkan)
                Atau
-Menganggap bahwa Tuhan mahakuasa namun tidak baik (tidak mau menyembuhkan)
Dua pemikiran ini harus kita buang jauh-jauh! Tuhan kita sanggup dan mau menyembuhkan kita.

Orang sakit di kisah ini sudah terkena tiga faktor diatas, namun kehadiran Yesus mengubah dirinya. Meskipun sudah dalam kondisi tidak punya pengharapan secara total, Yesus masih mau menyembuhkannya. Kitapun harus percaya bahwa sekalipun harapan kita di dunia sudah tidak ada, masih ada Yesus yang mau memberikan pengharapan baru kepada kita, dan pengharapan baru tersebut hendaklah kita jaga baik-baik jangan sampai hilang. 


Selama 40 tahun setelah melarikan diri dari Mesir, dia sakit hati karena tidak diakui (padahal tujuan dia baik, betapa sakitnya). Ditambah lagi hidup pas-pas an (menjadi gembala) padahal sebelumnya pangeran kerajaan.

Dalam kurun waktu ini tadinya Musa berpikir bahwa Tuhan sudah meninggalkan dirinya, padahal Tuhan sendiri yang menghendaki bahwa Musa harus hidup dalam kerendahan.
Di ayat 32 dijelaskan bahwa yang membuat Musa takut adalah bahwa ia berpikir ia orang gagal (gagal karena salah menanggapi panggilan Tuhan)

Kesalahan Musa adalah begini : ia sudah menanggapi panggilan Tuhan namun caranya menanggapi itu salah. Seharusnya ia tidak perlu membunuh ! Tuhan memang menghendaki dirinya membela bangsa Israel, namun tidak pernah menginstruksikan untuk membunuh.

Kenapa Musa bisa sampai salah tanggap? Alasannya adalah karena ia punya sakit hati dengan bangsa Mesir. Selama hidup menjadi putra kesayangan Mesir setiap hari Musa melihat penderitaan bangsa Israel yang disiksa oleh Mesir sehingga ia pembunuhan yang ia lakukan adalah wujud pembalasan dendam untuk sakit hatinya selama ini. Kesimpulannya, hati yang sakit bisa membuat kita salah bertindak.

Hal terakhir yang perlu dibahas adalah kalimat Tuhan kepada Musa yang berbunyi “tanggalkan kasutmu karena tempat ini suci”, di waktu sekarang kalimat ini bisa kita interpretasikan menjadi “tinggalkan cara hidupmu yang lama untuk siap menanggapi panggilan Tuhan karena ini adalah misi penuh hikmat”.

Selasa, 16 Oktober 2012

Standar orang Kristen


Kebaktian DNA, 6 Oktober oleh Om Petrus

Hidup Kekristenan itu absolut : “you either take it or leave it”, tidak bisa setengah-setengah

Dalam setiap phase atau tahapan hidup, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya supaya dapat promosi. Apapun bidangnya, lakukan yang terbaik dan gapai goal yang sudah kamu set . (preach tgl 15 September oleh kak Erwin).

Satu tips untuk sukses dalam usaha adalah, ingat bahwa kita punya Tuhan yang bisa membuat cara kita hidup menjadi luar biasa. Jangan membatasi cara Tuhan memberkati kita hanya dengan berfokus kepada apa yang kita kerjakan sekarang. Cari cara lain dan berdoa untuk minta bimbingan.

Kalau kamu mengerjakan segalanya sungguh-sungguh untuk Tuhan, tentu Tuhan juga akan membalas denagn sungguh-sungguh.

1 Petrus 1 : 18 à sebelum kita ditebus kita milik iblis tapi sekarang kita dibayar lunas dengan harga yang nilainya infinity/tidak terhingga. Jadi, dalam bekerja kita harus diatas standar manusia yang hidupnya belum dialiri darah Kristus”

Intinya adalah sadar bahwa hidup kita ada darah Kristus sehingga standar kita selalu MORE and MORE.